DPD Rampas Setia 08 Kabupaten Tebo Dukung Penuh “Jum’at Sejuta Pohon” Sindir Keras Lambannya Perbaikan Jalan
Faktualjambi.com,Tebo – Kekecewaan yang telah lama terpendam akhirnya memuncak. Seluruh aliansi pemuda dan masyarakat di sepanjang Jalan Padang Lamo menyatakan siap turun langsung melakukan aksi nyata melalui gerakan penanaman pohon serentak, Jumat 17 April 2026.
Aksi yang mengusung hastag #jumatsejutapohonsepanjangjalanpadanglamo ini bukan sekadar kegiatan lingkungan, melainkan bentuk sindiran keras terhadap kondisi jalan yang hingga kini tak kunjung mendapat penanganan serius.
Selama bertahun-tahun, masyarakat dipaksa bertahan dengan kondisi jalan yang rusak parah, berlubang, dan kerap tergenang air. Tak sedikit kendaraan yang terjebak, bahkan mengalami kerusakan akibat infrastruktur yang memprihatinkan tersebut.
“Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi sudah menyangkut keselamatan dan harga diri masyarakat, Kami sudah terlalu lama menunggu,” Ujar M. Husni Warga jalan Padang Lamo Desa Teluk Kuali yang sekaligus Ketua DPD Rumah Juang Rampas Setia 08 Berdaulat Kabupaten Tebo.
Gerakan ini murni lahir dari inisiatif masyarakat tanpa campur tangan pihak manapun. Mulai dari anak-anak hingga ibu rumah tangga, seluruh lapisan masyarakat ikut ambil bagian dalam aksi ini sebagai bentuk kepedulian sekaligus protes terbuka dan sesuai dengan Hasta cita Bapak Prabowo Subianto yang sekaligus Dewan kehormatan DPP RAMPAS 08, Bahwa kemaslahatan umat adalah di atas segalanya.
Penanaman pohon di sepanjang jalan rusak itu menjadi simbol perlawanan terhadap janji-janji yang tak kunjung ditepati. Masyarakat menilai selama ini hanya ada wacana tanpa realisasi nyata dari para pemangku kepentingan.
“Kami sudah muak dengan janji Sudah cukup, Kalau jalan ini tidak diperbaiki biarlah kami sendiri yang ‘menghijaukan’ jalan rusak ini sebagai tanda bahwa negara seolah abai,” Tegas M. Husni.
Aksi ini diperkirakan akan menyedot perhatian luas, karena selain unik, juga sarat pesan kritik sosial. Masyarakat berharap kegiatan ini mampu membuka mata pihak berwenang agar segera turun langsung ke lokasi dan mengambil langkah konkrit.
Jika tidak, bukan tidak mungkin gelombang aksi serupa akan terus berlanjut dengan skala yang lebih besar. Pesan masyarakat jelas: jangan tunggu semuanya rusak total baru bergerak.(Red)






